Tehnologi AI (Artificial Intelligence) dapat menolong dalam pengendalian sampah. Pengendalian sampah jadi rumor yang makin penting sekarang ini, khususnya dengan perkembangan komunitas yang semakin meningkat dan kenaikan pemakaian produk customer. Sampah yang tidak diatur baik menjadi permasalahan lingkungan dan kesehatan yang serius. Tetapi, dengan perkembangan tehnologi, pengendalian sampah memakai AI diharap semakin lebih jadi efisien dan efektif.

Tehnologi AI (Artificial Intelligence) ialah sebuah tehnologi yang memungkinkannya computer untuk lakukan beberapa tugas yang umumnya memerlukan kepandaian manusia. AI bisa menolong dalam pengendalian sampah secara berlainan, seperti penghimpunan dan pemisahan sampah, pengendalian tempat pembuangan akhir (TPA), dan pemrosesan sampah
AI atau kepandaian bikinan bisa dipakai untuk mengurus sampah lebih efisien dan efektif. Cara-cara AI bisa dipakai untuk mengurus sampah ialah seperti berikut:
- Pemisahan sampah: AI bisa dipakai untuk mengenali dan memisah tipe sampah yang lain dengan cara otomatis. Mekanisme pemisahan sampah berbasiskan AI bisa mengolah sampah lebih cepat dan tepat dibanding sistem manual.
- Pengawasan dan pemantauan tempat pembuangan sampah: AI bisa dipakai untuk mengawasi dan menganalisa keadaan pada tempat pembuangan sampah. Dengan memakai camera dan sensor yang terpasang disekitaran tempat pembuangan sampah, mekanisme AI bisa mengetahui dan mengenali jumlah, tipe, dan kondisi sampah.
- Pemrosesan sampah: AI bisa dipakai untuk menolong dalam pemrosesan sampah, seperti pemrosesan sampah organik atau kurangi emisi gas metana dari tempat pembuangan sampah.
- Perkiraan penghimpunan sampah: Dengan memakai data bersejarah dan skema penghimpunan sampah yang terdapat, AI bisa hasilkan mode perkiraan penghimpunan sampah yang tepat. Dengan begitu, mekanisme penghimpunan sampah bisa ditata secara efektif, kurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk penghimpunan sampah.
Dalam rencana kurangi imbas negatif sampah pada lingkungan dan kesehatan manusia, pemakaian tehnologi AI dalam pengendalian sampah jadi makin penting dan berkaitan.
Bagaimana Beberapa kota Saat Ini Mengurus Sampahnya?
Pada sekarang ini mekanisme pengendalian sampah yang terdapat, service pengiriman sampah kota akan tempuh jalur yang sudah ditetapkan dengan teratur dan kosongkan tempat sampah dan tempat daur ulangi, baik yang telah penuh atau belum. Karakter masih tetap dari mekanisme ini membuat peluang tempat sampah yang 1/2 penuh dikosongkan, bahan bakar yang tidak harus dihabiskan, dan pemakaian sumber daya kota yang terlalu berlebih. Sistem penghimpunan manual sekarang ini benar-benar boros sumber daya. Dengan kontribusi IoT, sistem ini bisa diarahkan jadi proses penghimpunan berbasiskan data.
Apakah yang dimaksud Pengendalian Sampah Pandai?
Jalan keluar pengendalian sampah pandai memakai sensor yang ditaruh pada tempat sampah untuk menghitung tingkat pengisian dan memberitahu service pengiriman sampah saat tempat sampah siap dikosongkan. Seiring berjalannya waktu, data bersejarah yang dihimpun oleh sensor bisa dipakai untuk mengenali skema pengisian, memaksimalkan jalur dan agenda sopir, dan kurangi ongkos operasional. Ongkos sensor-sensor ini selalu turun, membuat tempat sampah IoT lebih pantas untuk diaplikasikan dan makin menarik untuk beberapa pimpinan kota.
Tehnologi Pengendalian Sampah Pandai yang Telah Ada
Sensoneo ialah penyuplai jalan keluar pengendalian sampah pandai yang menghasilkan dua tipe sensor ultrasonik yang bisa mengawasi tingkat pengisian tempat sampah dari beragam tipe dan ukuran. Basis mereka menolong kota dan usaha memaksimalkan jalur penghimpunan sampah dengan mempertimbangkan tingkat pengisian tempat sampah, ukuran armada kendaraan pengumpul, dan jarak ke arah tempat pembuangan sampah. Mereka mengeklaim jika jalan keluar mereka bisa kurangi ongkos penghimpunan sampah minimal 40 % dan turunkan emisi karbon di beberapa kota sampai 60 %.
Sebuah program namanya CleanCUBE, yang dibuat oleh eCube Labs, ialah pecandu sampah memiliki tenaga surya yang bisa memuat sampah sampai 8 kali semakin banyak dibanding tempat sampah non-kompresi. Saat sampah menimbun di CleanCUBE, sensornya mengawasi tingkat pengisian secara real-time dan dengan cara otomatis aktifkan transisi pecanduan saat tempat sampah penuh. Semua info sensor dikirimkan ke basis mereka di mana analitis data bisa mengutarakan skema penghimpunan sampah.
Pengendalian Sampah Pintar dalam Praktek
New York mempunyai salah satunya ekosistem pengendalian sampah yang paling sulit di Amerika Utara. Diperlukan sekitaran 72 ratus petugas pengumpul sampah dan banyak infrastruktur untuk jaga kota dengan penduduk sekitaran 8,enam juta jiwa ini masih tetap bersih. Di Times Square saja, diprediksi ada sekitaran 500.000 orang berjalan kaki yang melaluinya tiap hari, hasilkan sekitaran 15.300 pon sampah.
Di bulan Maret 2013, 30 stasiun daur ulangi dan sampah pandai Bigbelly ditaruh di Times Square sebagai sisi dari ide daur ulangi ruang umum paling besar di New York City. Unit Bigbelly diperlengkapi kekuatan pecanduan sampah, pengawasan tingkat pengisian secara real-time, dan pernyataan penghimpunan. Dengan stasiun pandai Bigbelly, keseluruhan kemampuan sampah bertambah nyaris 200 % dan frekwensi penghimpunan per tempat sampah turun sampai 50 %. Program ini benar-benar sukses hingga kota ini meluaskan penebarannya jadi 197 stasiun pandai.
Di Belanda, awal tahun 2009, kota Den Haag mulai memasangkan tempat sampah bawah tanah yang bisa memuat sampah dengan jumlah yang semakin lebih besar. Di tahun 2017, kota ini mempunyai 6.100 unit yang terpasang di bawah trotoar dengan sisi atas tempat sampah yang ada dari tanah dengan tinggi pinggang. Sekitaran 3.500 dari tempat yang tergenang ini diperlengkapi sensor, yang memungkinkannya petugas pengendalian sampah untuk mengawasi tingkat pengisian tempat dari jauh dan atur “agenda pandai” untuk mengosongkannya. Kesuksesan container bawah tanah ini membuat mereka masuk ke laporan tutorial Design 0 Sampah Kota New York tahun 2017, di mana mereka bertindak selaku contoh jalan keluar sampah yang inovatif.
Ringkasannya
tehnologi AI berpotensi besar dalam pengendalian sampah. Pemakaian tehnologi AI bisa menolong dalam penghimpunan dan pemisahan sampah, pengendalian TPA, dan pemrosesan sampah lebih efektif dan efisien. Tetapi, untuk menerapkannya, diperlukan investasi yang lebih besar dan kerja sama yang kuat di antara pemerintahan, pengurus sampah, dan warga.